Pages

22 February, 2011

[Flash Fiction - anak] Belum Tahu

"Jadi semua sudah mengerti?" tanya Bu Thea, guru matematika, pada seisi kelas.
"Sudah!" seisi kelas berteriak nyaring.
"Belum!" Remon mengangkat tangan dan menjawab tak kalah keras.
Bu Thea melihat pada Remon dengan heran. Lalu, melangkah mendekati bangku Remon.
"Kamu belum mengerti pelajaran tadi?" tanya Bu Thea.
"Belum, Bu," jawab Remon.

Bu Thea berpaling pada Salim.
"Kamu tahu dua dikali dua berapa?" tanya Bu Thea.
"Tahu, Bu," jawab Salim.
Bu Thea menoleh pada Weni.
"Kamu tahu lima dikali dua berapa?"
"Tahu, Bu!" jawab Weni semangat.
"Nah, dua temanmu  itu sudah tahu," tukas Bu  Thea, "masa kamu belum mengerti juga?"
"Belum, Bu," tukas Remon.
Bu Thea menghela napas.
"Kamu tahu kan dua dikali dua berapa?" tanya Bu Thea.
"Tidak," jawab Remon.
"Kalau lima dikali dua? tanya Bu Thea lagi penasaran.
"Tidak tahu!" jawab Remon semangat.
"Kok bisa tidak tahu?" tanya Bu Thea makin heran.
"Sebab Salim dan Weni belum ngasih tahu jawabannya, Bu," tukas Remon menatap polos pada Bu Thea.

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...