Pages

27 February, 2011

Menulis Buku Anak dengan Hati

     Sabtu, 26 Februari 2011. Langit Jakarta cepat sekali berubah. Waktu berangkat dari rumah menuju Istora Senayan, cerah. Namun, saat jalan menuju pintu masuk Istora, hujan turun. 
     Bergegas saya masuk dan menemui teman yang sudah siap di ruang Kenanga 1. Tempat yang akan digunakan untuk acara Talkshow Menulis Buku Anak dengan Hati yang akan berlangsung pk. 13.00 - 15.00 WIB. Lima belas menit lagi dari waktu kedatangan saya.
bersama penulis beken

     Acara dimulai dengan nyayian pembuka oleh Mbak Ratih dan grup musiknya. Kemudian dilanjutkan dengan bincang ringan oleh Mas Ali Muakhir mengenai buku anak.
Setelah Mas Ali turun, tinggal saya dan Mba Shinta Handini, yang saya ajak menggantikan Imran Laha yang terhalang hadir untuk dalam membawakan acara ini. 
     Satu, per satu pembicara naik ke panggung. Ada Mbak Nur Ayati (Nagiga), Mbak Arleen Amidjaja, dan Mas Koen Setyawan.
     Ketiga saling berbagi pengalaman dalam menulis tulisan untuk anak. Kursi peserta yang semula banyak yang kosong, berangsur pasti menjadi penuh. Sehingga terlihat para pembicara jadi tambah semangat mengulas sisi kreatif mereka. 
     Saat ditanya, "Kenapa sih tertarik menulis untuk anak?'
     Jawabannya beragam. Mbak Nagiga bilang kalau dia ingin memberikan bacaan yang bergizi untuk anak-anak. Lain lagi dengan Mbak Arleen yang merasa hatinya memang sudah terpikat untuk menulis untuk anak. Kalau Mas Koen mengungkapkan bahwa menulis untuk anak adalah sebab dia ingin berbagi pengalaman masa kecilnya yang bahagia dengan anak-anak lain.
yang bertanya dan menjawab
     Peserta terlihat makin semangat, yang tadinya bingung bagaimana mengirim naskah menjadi tahu. Peserta yang menganggap kalau penulis anak itu setidaknya berasal dari bidang pendidikan psikologi anak menjadi berubah anggapannya.
     Semua juga jadi senang, sebab tiap peserta acara yang bertanya dan bicara soal keinginannya serta pengalamannya yang bersentuhan dengan bacaan untuk anak, mendapatkan sebuah buku.
     Tak terasa waktu habis. Tak terasa ilmu dan pengetahuan yang didapat bertambah. Belajar memang bisa didapat di mana saja dan dari siapa saja.
ceria bersama

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...