Pages

10 September, 2011

Captain America The First Avenger

Tahun 1942, petugas medis menolak Steve Rogers (Chris Evans) untuk bergabung dengan angkatan bersenjata Amerika Serikat (AS), sebab kesehatannya yang tak mendukung. Itu membuat Steve kecewa. Pasalnya, bergabung dengan pasukan AS lainnya yang dikirim ke medan perang menghadapi Jerman pada Perang Dunia II merupakan obsesinya. 


Bukannya kapok, tapi malah semakin kuat tekadnya untuk berhasil lolos menjadi prajurit AS. Apalagi teman dekatnya Bucky Barnes (Sebastian Stan) sudah diterima dan akan segera bergabung dengan prajurit lainnya menghadapi Jerman.

Maka, saat melihat stan angkatan bersenjata AS yang membuka kesempatan untuk menjadi prajurit sukarela di sebuah pameran iptek, dia pun kembali mengajukan lamaran. Beruntung, Dr. Abraham Erskine (Stanley Tucci) melihatnya di pameran tersebut.

Mendaftar tentara
Dr. Erskine tertarik pada Steve Rogers adalah sebab pribadinya yang tak mau menyerah meski sudah ditolak lima kali oleh angkatan bersenjata AS. Selain itu, dia tertarik pada alasan Steve ikut berperang yang bukan semata untuk membunuh nazi, tapi melawan pihak yang berniat merusak perdamaian dunia, di pihak mana pun berada. Dr. Erskine melihat Steve lebih punya nurani, ketimbang nafsu kekuasaan.

Dr. Erskine sendiri adalah penemu serum ajaib untuk membentuk prajurit super, dia ilmuwan asal Jerman yang membelot ke Amerika. Di Jerman, serum buatannya sudah dipakai oleh HYDRA, sebuah lembaga iptek Jerman yang bekerja untuk membuat senjata bagi kepentingan Hitler. Hydra dipimpin oleh Johann Schmidt (Hugo Weaving), seorang mantan Schutzstaffel, pasukan elit Nazi bentukan Hitler.

Percobaan serum pada Steve Rogers
Schmidt inilah yang mencoba pertama kali serum buatan Dr. Erskine yang belum sempurna, sehingga dia memiliki kekuatan yang merubahnya menjadi Red Skull, manusia berwajah tengkorak merah.

Red Skull
Schmidt begitu tertarik pada kekuatan magis artefak kuno. Sampai dia menemukan Cube cosmic, artefak kuno yang memiliki kekuatan dasyat. Atas bantuan ilmuan, Dr. Arnim Zola (Toby Jones), Schmidt memakai kekuatan Cube cosmic menjadi senjata yang mematikan untuk menghadapi sekutu. Ambisi Schmidt adalah mengusai dunia dengan Hydra.

Schmidt (Red Skull) dengan replika Cube Cosmic
Langkah Schmidt ini terbentur oleh Dr. Erskine yang melalui serumnya membentuk Steve Rogers menjadi seorang prajurit super. Lelaki kecil dan kurus itu menjelma menjadi super hero dengan nama Captain America.

Perubahan tubuh Steve Rogers setelah percobaan
Dengan kemampuannya, Captain America seorang diri berhasil membebaskan temannya, Bucky Barnes, dan 300 prajurit sekutu yang ditawan Jerman.

Setelah membebaskan tawanan
Peristiwa itu membuka mata Kolonel Chester Phillips (Tommy Lee Jones), pimpinan tentara AS di garis depan, yang semula meremehkan Captain America sebagai orang berpakaian badut yang dibentuk pemerintah untuk menarik pemuda AS masuk tentara.

Selain kolonel Chester, Captain America juga mendapat simpati dari Peggy Carter (Hayley Atwell), seorang sersan wanita yang ikut andil dalam program rahasia pembentukan prajurit super. Peggy dan Captain America saling menaruh hati meski tak terucap. 

Aksi heroik Peggy Carter
Captain America juga mendapat sambutan hangat dan bantuan dari Howard Stark (Dominic Cooper), seorang ilmuwan dan jutawan yang juga pengembang senjata di AS. Seragam Captain America dan tameng pelindungnya adalah buatan industri senjata milik Stark. Minat dan usaha Stark ini kelak akan diteruskan oleh anak lelakinya, Tony Stark (Iron Man).

Dengan semua dukungan itu, Captain America melawan Red Skull yang berniat menghancurkan dunia. Untuk itu dia membentuk pasukan yang diambil dari personel pasukan sekutu berbagai ras yang pernah diselamatkannya, termasuk Bucky Barnes.

Bersama pasukan bentukannya
Skenario film super hero dari komik Marvel ini ditulis oleh Christopher Markus dan Stephen McFeely. Sedangkan sutradaranya dipercayakan pada Joe Johnston. Sebelumnya Joe Johnston juga membidani kelahiran film antara lain Honey, I Shrunk The Kid, Jumanji, The Rocketeer, dan Jurassic Park III


Pengalaman Joe Jonhston yang pernah menangani ilustrasi efek film-film semisal Starwars Episode IV: A New Hope (1977), Battlestar Galactica (1978-1979), Starwars Episode V: The Empire Strikes Back (1980), juga Starwars Episode VI: Return Of The Jedi (1983), menjadikan dirinya mudah menyulap sosok Steve Rogers dari pemuda kecil kurus menjadi berotot. 


Dan seperti film-film super hero lainnya, jalan cerita lebih banyak mengekspos adegan aksi hero Captain America dalam melawan Red Skull dan pasukan Hydra. Sedangkan hubungan pribadi Steve Rogers dengan Peggy Carter terungkap sedikit dalam bahasa gambar yang disuguhkan sang sutradara.


Film Captain America The First Avenger ini juga bukan kelanjutan dari film serupa besutan sutradara Albert Pyun yang edar di tahun 1990. Tetapi, lebih seperti remake dengan angle dan efek visual yang berbeda tentunya.

aksi di sarang musuh
Embel-embel First Avenger di belakang judul film terungkap di akhir cerita. Kesempatan yang mempertemukan Captain America dengan Kolonel Nick Fury (Samuel L. Jackson), pimpinan organisasi penjaga perdamaian dunia, S.H.I.E.L.D, bentukan Tony Stark.

The First Avenger
Nick Fury juga yang nantinya mengumpulkan Captain America, Iron Man, Hulk, dan Thor dalam The Avenger, Organisasi yang akan menyelamatkan bumi dari musuh-musuh yang akan menghancurkannya. 


Untuk yang suka dengan tema film fantasi super hero, Captain America ini bisa menghibur, apalagi jika menonton yang 3D.[sr] 
Sumber gambar : www.captainamerica.marvel.com

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...