Pages

02 December, 2011

Silaturahim Bertetangga

Allah SWT menciptakan manusia dari berbagai suku dan bermacam bangsa. Walau berbeda bukan berarti tak saling kenal. Sebab Allah sudah membentuk manusia menjadi makhluk sosial. Pribadi yang diciptakan untuk tidak hidup menyendiri.

Kehidupan manusia sejak lahir sampai menghembuskan napas terakhir selalu berhubungan dengan sesama. Tak ada yang dilakukan sendiri, kecuali urusan pribadi. Saling tegur sapa, saling bantu, dan berbagi pada sesama adalah contoh dari Rasulullah SAW.

Sudah diyakini bahwa setiap muslim adalah saudara, walau berbeda suku dan bangsa. Seperti yang dimaksud Rasullullah SAW dalam sabdanya, “Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya seumpama bangunan saling mengokohkan satu dengan yang lain. (Kemudian Rasulullah SAW merapatkan jari-jari tangan beliau).” (Mutafaq'alaih).

Hal itu kadang masih terlupa. Berapa sering kita mengingat saudara? Kehidupan sosial yang makin berkembang dengan teknologi yang kian maju membuat kita kita terlena. Hubungan silaturahim menjadi sekedar lewat telepon, SMS, facebook, atau BBM.

Padahal, silaturahim dalam Islam adalah saling mengunjungi. Jarak dan waktu bukan masalah dalam ibadah. Apalagi jika mengacu pada sabda Rasulullah SAW, “Apabila dua orang muslim saling berjumpa lalu berjabatan tangan dan mengucap "Alhamdulillah" dan beristighfar maka Allah 'Azza Wajalla mengampuni mereka.” (HR. Abu Dawud).

Memelihara tali silaturahim sangat dianjurkan dalam Islam. Tidak hanya dengan saudara yang jauh. Saudara dekat pun jangan terlewat. Tidak terkecuali dengan tetangga.

Tetangga yang merupakan orang terdekat dari rumah adalah saudara kita. Dalam hadits pun tak luput dijelaskan, “Dari Abu Dzar, beliau berkata: 'Kekasihku shallallahu ‘alaihi wassalam telah berwasiat kepadaku, jika kamu memasak kuah daging maka perbanyak kuahnya kemudian lihat keluarga tetanggamu dan berikanlah sebagian kepada mereka.'” (Muslim No. 6632)

Jadi, mengingat tetangga saat kita sedang menikmati kesenangan adalah bentuk tanda syukur kepada Allah SWT. Wallahu a’lam. [sr]

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...