Posts

Showing posts with the label cerita anak

Cerpen Surat Kaleng

Image
Ilustrasi Cerpen : Sokat Seusai istirahat, Iksan masuk kelasnya dengan wajah berseri-seri. Dia masih terlihat senang dengan gol yang dibuatnya tadi saat bermain sepak bola.  Pak Kendi yang mengajar olah raga juga menetapkan Iksan menjadi kapten tim kesebelasan kelas V untuk kompetisi sepakbola antarsekolah. Saat Iksan akan memasukkan kaos olah raganya ke dalam tas, dia menemukan sehelai kertas yang terselip di bawah tasnya.  Iksan membuka lipatan kertas dan melihat ada sebaris tulisan. Dia termangu. Awas! Aku akan bikin kamu celaka sepulang sekolah!

Cerpen Payung-payung Centil

Image
Oleh: Sokat Hujan turun pagi-pagi. Anto yang bersiap akan berangkat ke sekolah menjadi urung. Mau tak mau, ia mesti menggunakan payung untuk dapat meneruskan niatnya ke sekolah tanpa kehujanan. Padahal, ia sudah segan membawa payung. Semua teman laki-lakinya di kelas, tak ada lagi yang membawa payung. Kebanyakan dari mereka lebih memilih memakai jas hujan bila hari pas hujan. Atau bagi yang tak punya, kadang mesti berlari-lari dengan pelindung seadanya. Kadang dengan plastik atau koran, yang pasti bukan payung. Jadi, hanya anak perempuan saja yang lebih banyak datang dengan payung ke sekolah saat hari hujan.

Tak Pernah Ingkar Janji

Image
Eron, si burung merpati, menatap Alvin yang hinggap di luar sarangnya. Alvin, burung nuri berbulu hijau, terlihat kesal siang itu. “Kamu sudah bohong padaku, Eron!” ucap Alvin dengan nada kecewa. Eron diam, dia tahu kalau Alvin akan mengatakan itu. Kemarin Alvin ulang tahun dan Eron tak bisa datang. “Maafkan aku,” ucap Eron, “kemarin aku harus ke tempat ibuku yang sedang sakit.” “Dan kau lupa pada janjimu?” lanjut Alvin dengan kesal. “Aku tidak lupa,” lanjut Eron, “tapi aku memang tak bisa datang ke tempatmu.” “Kau hanya alasan saja!” Eron diam. Dia tahu Alvin kesal padanya. “Sudah kuduga, janjimu tak bisa kau tepati!” ucap Alvin yang langsung pergi meninggalkan Eron. “Alvin!” seru Eron. Eron melihat Alvin tak memedulikan panggilannya. Alvin terbang cepat sampai hampir saja menabrak batang pohon. Eron cemas melihat Alvin yang terbang sendiri sampai hilang di balik rimbun pepohonan hutan. Hatinya menjadi gelisah mengingat perkataan Alvin, janjimu tak bisa kau t...

Gambar Anto

Image
Cerpen : Sokat Rachman Hari itu, kelas V B mendapat pelajaran menggambar dari Pak Tino. Pelajaran yang paling disukai oleh Anto. Apalagi Pak Tino selalu memberi contoh untuk menggambar dari satu bentuk benda. “Sekarang kita menggambar kucing dari bentuk lingkaran,” kata Pak Tino memulai pelajarannya. “Lingkaran kecil atau besar, Pak?” tanya Anto sambil mengangkat tangan. “Kalian boleh memakai keduanya,” jelas Pak Tino.

CERPEN LAGI-LAGI BUKU

Image
Cerpen : Sokat “Huuh… kok buku melulu sih!” gerutu Adit saat ia membuka hadiah ulang tahunnya dari kedua orang tua dan kakaknya. “Kenapa tidak seorang pun yang memberiku mainan? Itu kan jauh lebih menarik!” Ibu yang kebetulan masuk ke kamar Adit bingung melihat raut masam dan tidak bergairah di wajah putra bungsunya itu. “Ada apa, Dit?” tanya Ibu. “Sepertinya kamu lagi kesal begitu.” Adit hanya merengut sambil membereskan sisa kertas pembungkus kado yang berceceran. “Oh, kamu tidak suka, ya dengan hadiah-hadiah itu?” lanjut Ibu. “Bukannya tak suka, Bu,” jawab Adit. “Adit cuma bosan tiap ulang tahun selalu saja dapat hadiahnya buku, apa tak ada yang lain?”

Rindu Rambut

“Keren , kan ?” Doni, pengamen berusia 10 tahun , menunjukkan rambut mohawk -nya pada Amin di depan pasar. “Kamu jadi kayak copet yang dicari polisi ! ” ledek Amin , tukang koran seusianya . “Enak saja!” sungut Doni. “Hei, kamu!” Seorang polisi berseru ke arah Doni dan bergegas mendekati. “Polisi!” seru Amin.

Lagu Ulang Tahun

     "Ini rumahnya!" seru Remon pada Salim dan Doni.      "Tiara tinggal di sini? Bagus banget rumahnya!" ucap Doni kagum melihat rumah anak baru di kelas mereka itu.      "Kita siap-siap, hitungan ketiga mulai, ya?" perinta Salim. Remon dan Doni menggangguk. Remon menyiapkan gitar kecil yang akan dimainkannya. Doni juga sudah ambil ancang-ancang memainkan tambourine.

RONIN PEMAIN VIOLIN

Cerpen: Sokat Ronin adalah pemain violin. Sejak kecil ayahnya mengajari Ronin bermain violin. Kini ayah dan ibunya sudah tiada, tapi Ronin tak jemu menggesek violin. Baginya, bermain violin dapat mengusir sedih dan sepi. Tapi, tidak semua orang senang mendengar suara violin. Saat Ronin datang ke kota Brolin, dia dilarang memainkan Violin. Orang-orang di kota Brolin sangat tak suka dengan musik.

[Flash Fiction - anak] Kaos Kesebelasan

" Si Remon belum datang?" keluh Salim menghampiri teman-temannya di pinggir lapangan sepakbola. "Dia kan  ngambil  kaos bola kita di toko pamannya," ucap Doni. "Tapi, udah mau mulai nih," gerutu Salim. "Lihat tuh anak-anak Garuda Perak udah siap." Doni dan anak lainnya melihat ke arah kesebelasan Garuda Perak yang memakai kaos seragam merah dan celana hitam.

[Flash Fiction - anak] Belum Tahu

"Jadi semua sudah mengerti?" tanya Bu Thea, guru matematika, pada seisi kelas. "Sudah!" seisi kelas berteriak nyaring. "Belum!" Remon mengangkat tangan dan menjawab tak kalah keras. Bu Thea melihat pada Remon dengan heran. Lalu, melangkah mendekati bangku Remon. "Kamu belum mengerti pelajaran tadi?" tanya Bu Thea. "Belum, Bu," jawab Remon.

Putri Pantai

Cerpen: Sokat Di hari Sabtu besok, anak-anak kelas VI akan piknik ke pantai. Ini adalah satu dari banyak acara menyambut ulang tahun sekolah. Kabarnya, di pantai nanti akan diadakan acara pemilihan putri pantai. Semua anak gembira mendengarnya. Kecuali, Gina. Anak perempuan berambut sebahu itu bukannya tak suka. Dia juga senang bisa jalan-jalan ke pantai bersama teman sekelasnya. Tentu saja itu menjadi hiburan tersendiri setelah capek belajar setiap hari dari pagi sampai sore. Dia sedikit tak ikut bergembira adalah karena melihat syarat untuk menjadi pemenang putri pantai itu.